Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) dan panitia Sampit Expo 2026 menghadirkan sederet artis ibukota untuk memeriahkan HUT ke-73 Kotim. Mereka adalah Juan Reza, Juwita Bahar, dan Nasha Aqila. Mereka tampil di panggung utama untuk menghibur masyarakat. Penyelenggara menargetkan musik sebagai daya tarik utama agar expo lebih ramai dan meriah.
Rahmad Noor, salah seorang panitia penyelenggara, menegaskan, kehadiran musisi nasional membuat hiburan expo berkualitas. Warga dapat menikmati kemeriahan HUT Kotim sekaligus menonton musisi favorit. Expo tahun ini tidak hanya menampilkan pameran, tetapi juga menjadi ajang hiburan rakyat.
“Untuk panggung hiburan musik, kami menghadirkan musisi nasional agar masyarakat bisa ikut menikmati kemeriahan HUT Kotim. Sehingga Sampit Expo tahun ini menjadi hiburan untuk semua,” ujar Rahmad, Senin (5/1/2026).
Ia meminta masyarakat datang dan memeriahkan rangkaian kegiatan sejak hari pertama. Juan Reza membuka hiburan pada 7 Januari 2026 dengan membawakan lagu-lagu hitsnya. Penampilannya di Stadion 29 November diprediksi menarik perhatian pengunjung sejak awal. Selanjutnya, Juwita Bahar akan tampil pada 10 Januari 2026 dengan lagu dangdut yang enerjik dan atraktif.
Nasha Aqila menutup rangkaian hiburan pada 14 Januari 2026 sekaligus menandai berakhirnya expo. Penampilannya diharapkan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung. Kehadiran ketiga musisi nasional ini menambah semarak perayaan HUT Kotim.
Selain hiburan musik, panitia menggelar pameran puluhan stan UMKM dan OPD. Sebanyak 65 UMKM ikut serta, terdiri dari 40 UMKM lokal dan 25 UMKM dari luar daerah. Expo ini sekaligus mempromosikan produk lokal dan mendorong peningkatan daya saing UMKM.
Rahmad menambahkan, seluruh OPD dan pelaku usaha memamerkan produk unggulan dan layanan publik. Ia berharap expo tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah. “Mari masyarakat Kotim datang dan ramaikan Sampit Expo 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dan penguatan ekonomi lokal,” pungkasnya.
Editor: Frans Dodie