Anggota DPRD Barito Utara, Rosi Wahyuni.
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Barito Utara, Rosi Wahyuni, mendorong agar pelatihan Medical First Responder (MFR) yang diselenggarakan BPBD Barito Utara tidak hanya berhenti pada lingkup internal, tetapi juga diperluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Menurut Rosi, banyak kejadian darurat yang pertama kali ditangani oleh aparat desa dan relawan setempat sebelum bantuan dari BPBD tiba. Karena itu, peningkatan kapasitas di tingkat bawah menjadi sangat penting.
“Kejadian darurat sering terjadi tiba-tiba. Jika perangkat desa dan relawan memiliki kemampuan MFR, mereka bisa memberikan pertolongan awal yang tepat sebelum tim utama turun ke lokasi,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut sudah baik, namun perlu diperkuat dari sisi pemerataan peserta agar seluruh wilayah memiliki tenaga respons cepat yang memadai. Rosi juga menekankan perlunya dukungan anggaran berkelanjutan agar program peningkatan kapasitas penanganan bencana dapat dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Rosi menambahkan, pelatihan MFR di tingkat desa juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga turut berperan aktif dalam penanganan darurat di lingkungannya sendiri.
Ia juga mengusulkan adanya simulasi rutin di desa-desa rawan bencana agar kemampuan relawan dan perangkat desa tetap terasah. Menurutnya, latihan lapangan secara berkala akan membantu peserta lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat.
“Pendidikan dan latihan berkelanjutan di tingkat desa penting agar respons awal tidak terlambat. Ini bagian dari upaya menekan risiko korban sekaligus meningkatkan koordinasi antara masyarakat, relawan, dan tim BPBD,” tegas Rosi.
Editor : Frans Dodie