Rektor UPR Prof. Salampak (tengah) bersama pimpinan Tokyo University of Agriculture usai pertemuan di Tokyo, Rabu (25/3/2026).
TOKYO, JEPANG, TOVMEDIA.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) terus memperluas kiprah internasionalnya. Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, melakukan kunjungan kerja ke Tokyo University of Agriculture pada 23–27 Maret 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan dan riset lingkungan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UPR mewujudkan visi sebagai World Class University, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis sumber daya alam dan lingkungan tropis.
Rektor UPR didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Sunaryo Neneng, Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Hendrik Segah, serta Koordinator Legal UPR Dr. Kiki Kristianto. Delegasi mengikuti sejumlah agenda penting yang berfokus pada penguatan inovasi akademik dan riset kolaboratif.
Dalam pertemuan bersama Center for Global Initiatives dan Faculty of Regional Environment Science Tokyo NODAI, kedua pihak membahas peluang integrasi teknologi mutakhir untuk menjawab tantangan lingkungan di tingkat regional dan global. Delegasi UPR juga meninjau fasilitas laboratorium unggulan guna melihat potensi penerapan teknologi di Indonesia.
Pada 25 Maret 2026, Prof. Salampak turut menjadi pembicara dalam forum ilmiah Science Café yang diselenggarakan Tokyo NODAI. Dalam kesempatan tersebut, UPR memaparkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang berfokus pada pengembangan ilmu di wilayah lahan basah dan gambut.
UPR juga memperkenalkan sejumlah fasilitas riset strategis, seperti Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Sebangau serta peran PPIIG dalam inovasi restorasi gambut. Paparan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi Jepang sebagai kontribusi penting dalam menjawab isu lingkungan global.
Forum tersebut turut menghadirkan berbagai penelitian dari akademisi Tokyo NODAI, mulai dari kehutanan tropis, nutrisi tanah, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, hingga estimasi cadangan karbon pada ekosistem gambut.
Sebagai puncak kegiatan, Rektor UPR melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Tokyo NODAI, Prof. Fumio Eguchi. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, meliputi kolaborasi riset terpadu di bidang lingkungan dan ketahanan pangan, program pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bersama.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi jembatan bagi UPR untuk membawa kearifan lokal Kalimantan, khususnya ekosistem gambut, ke panggung sains global,” ujar Prof. Salampak.
Melalui kerja sama ini, UPR optimistis dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas riset, serta berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan global, khususnya di bidang lingkungan dan perubahan iklim.
Penulis : Wiyandri