Kepala Dinas PUPR Barsel Ita Minarni.
BUNTOK, TOVMEDIA.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) memprioritaskan percepatan realisasi program dan penyerapan anggaran tahun 2025. Langkah ini menjadi fokus utama pasca masa cuti bersama Idulfitri 1446 H/2025 M, seiring dengan komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Kepala Dinas PUPR Barsel Ita Minarni mengatakan seluruh jajaran harus segera menyesuaikan ritme kerja setelah libur panjang. Menurutnya, tidak ada waktu untuk berlama-lama dalam masa penyesuaian karena masyarakat menantikan hasil nyata dari program pembangunan.
“Kami langsung bergerak cepat pasca cuti Lebaran. Tidak ada waktu yang terbuang, karena masyarakat menanti hasil kerja kita. Fokus kami sekarang adalah percepatan realisasi program dan penyerapan anggaran tahun 2025,” ujar Ita Minarni di Buntok, Senin (21/4/2025).
Ia menekankan agar seluruh bidang di lingkungan PUPR Barsel meningkatkan koordinasi dalam penyelesaian administrasi maupun teknis pekerjaan di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal, target, dan ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan semua kegiatan terpantau dengan baik, dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Disiplin dan profesionalisme tetap harus dijaga,” tegasnya.
Selain fokus pada percepatan pelaksanaan proyek fisik, Ita juga meminta setiap bidang melakukan evaluasi terhadap progres kegiatan yang telah berjalan. Dengan begitu, potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini agar tidak menghambat pencapaian target pembangunan.
Momentum pasca Lebaran juga dijadikan ajang memperkuat kebersamaan dan semangat kerja baru di internal dinas. Ita menilai kekompakan pegawai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran program prioritas pemerintah daerah.
“Setelah bermaaf-maafan di Hari Raya, mari kita bersatu kembali dengan semangat baru. Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, saya yakin target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor : Frans Dodie