Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan taklimat media terkait perkembangan perbankan di daerah setempat, Selasa (31/3/2026). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Sektor perbankan umum di Kalteng mencatat pertumbuhan positif hingga Februari 2026. Aset bank, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit, terus naik.
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz mengatakan, perbankan mencatat total aset sebesar Rp95,83 triliun pada Februari 2026. Angka ini meningkat signifikan ketimbang Februari 2024 sebesar Rp75,18 triliun.
“Peningkatan ini menunjukkan ekspansi industri perbankan yang berlangsung konsisten dalam dua tahun terakhir,” katanya, Selasa (31/3/2026).
Perbankan juga menghimpun DPK lebih besar, dari Rp42,31 triliun pada Februari 2024 menjadi Rp51,34 triliun pada Februari 2026. Di saat yang sama, bank menyalurkan kredit sebesar Rp54,53 triliun, meningkat dari Rp45,98 triliun pada periode yang sama.
Peningkatan tersebut menegaskan perbankan menjalankan fungsi intermediasi secara efektif dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Namun, perbankan juga mencatat kenaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Bank mencatat NPL sebesar 1,67 persen pada Februari 2024, lalu meningkat menjadi 1,82 persen pada Februari 2025, dan kembali naik menjadi 2,27 persen pada Februari 2026.
Kenaikan NPL menunjukkan meningkatnya risiko kredit yang perlu diantisipasi. Sejumlah faktor memengaruhi kondisi ini, antara lain tekanan ekonomi, kemampuan bayar debitur, serta dinamika sektor usaha di daerah.
Ke depan, kata Primandanu, perbankan perlu memperkuat manajemen risiko dan menjaga kualitas kredit agar tetap stabil, sekaligus mempertahankan pertumbuhan intermediasi untuk mendukung perekonomian daerah.
Editor: Frans Dodie*