Anggota DPRD Kalteng Sudarsono
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – DPRD Kalteng menyoroti pendangkalan Sungai Mentaya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan II, Sudarsono, menyatakan, kondisi alur sungai yang dangkal menjadi kendala utama transportasi air di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, Sampit merupakan salah satu simpul penting pergerakan penumpang di Kalteng, baik melalui jalur laut, udara, maupun darat. Karena itu, gangguan pada jalur sungai dapat berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat.
“Kami dari Dapil II memiliki tugas memantau arus mudik. Sampit menjadi salah satu titik dengan jumlah penumpang cukup tinggi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Sudarsono mengatakan, DPRD juga berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit untuk membahas persoalan tersebut. Ia menyebut, pendangkalan alur Sungai Mentaya bukan masalah baru dan terus berulang setiap tahun. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas pelayaran serta distribusi barang di Pelabuhan Sampit.
“Kendala utama tetap sama, yaitu alur sungai yang mengalami pendangkalan,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran arus penumpang dan logistik, terutama saat puncak mudik Lebaran. DPRD mendorong Pemkab Kotim bersama Dinas Perhubungan, KSOP, dan instansi terkait segera mencari solusi.
Sudarsono mengusulkan pengerukan alur sungai sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menilai, upaya itu penting agar jalur pelayaran kembali normal dan aman dilalui.
“Pengerukan perlu dilakukan agar ke depan tidak ada lagi kendala maupun keluhan dari pengguna transportasi sungai,” ujarnya.
Ia berharap, penanganan yang cepat dan tepat dapat memperlancar arus transportasi di Sampit serta memperkuat peran daerah tersebut sebagai pintu gerbang Kalteng.
Editor: Frans Dodie*