Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung, menghadiri perayaan Puncak Dies Natalis ke-62 UPR. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng menegaskan dukungan penuh terhadap Universitas Palangka Raya (UPR) dalam membangun pendidikan dan inovasi di daerah.
Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung, yang menyampaikan hal itu, saat menghadiri Puncak Dies Natalis ke-62 UPR. Momentum tersebut menurutnya penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Leonard hadir mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi UPR selama ini. Ia menilai, UPR telah menjadi pilar utama dalam pengembangan SDM daerah. Selain itu, ia mendorong agar UPR terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Semoga UPR terus tumbuh semakin maju, semakin unggul dalam inovasi, berkarakter dalam aksi dan berdampak untuk negeri,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melihat UPR sebagai mitra strategis dalam merespons tantangan pembangunan. Oleh karena itu, dukungan terhadap kampus akan terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan memperluas dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Selain itu, Leonard juga memberikan apresiasi atas peran UPR dalam mencetak SDM kompeten yang siap bersaing. Ia menilai bahwa kualitas lulusan perguruan tinggi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Dengan begitu, UPR memegang peran vital dalam memajukan Kalteng.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah provinsi menekankan pentingnya inovasi di lingkungan kampus. Ia menyebut bahwa tantangan modern memerlukan perguruan tinggi yang adaptif dan kreatif. Dengan demikian, UPR didorong untuk terus memunculkan terobosan baru dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.
Ia menutup sambutannya dengan doa agar UPR semakin berkembang dan terus menjadi kebanggaan daerah. Kehadiran pemerintah pada acara puncak tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan. Momentum Dies Natalis ini pun memperkuat hubungan strategis antara Pemprov dan UPR.
Editor: Frans Dodie