Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setda Provinsi Kalteng, Herson B Aden, saat memberikan penjelasan mengenai kondisi anggaran dan pelayanan publik. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Herson B Aden, mengungkapkan bahwa Pemprov Kalteng menghadapi penurunan anggaran signifikan pada 2026. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan publik.
Ia menjelaskan, anggaran daerah turun sekitar 46 persen, dari Rp10,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun. Meski begitu, ia memastikan seluruh perangkat daerah tetap diminta menjaga kualitas program agar masyarakat tetap terlayani.
“Tidak ada yang kita sembunyikan. Semua program pembangunan tetap berjalan demi masyarakat,” ujar Herson, Jumat (21/11/2025).
Menurut Herson, keterbukaan informasi merupakan komitmen Gubernur Agustiar Sabran yang selalu ditekankan kepada seluruh jajaran. Karena itu, pertemuan bersama media digelar untuk memastikan publik memperoleh informasi yang benar.
Ia menambahkan bahwa Gubernur selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Bahkan ketika anggaran ketat, pemerintah tetap mencari formula agar pelayanan tidak menurun.
Selain itu, Herson menilai media memiliki peran besar dalam memberi masukan dan menyampaikan temuan lapangan. Ia berharap jurnalis tidak hanya mengajukan pertanyaan, tetapi juga membawa solusi untuk memperkuat kualitas kebijakan.
Sementara itu, Plt Kepala Diskominfosantik Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana, turut menegaskan bahwa pertemuan rutin bulanan ini menjadi wadah sinergi pemerintah dan media. Ia mengapresiasi dukungan pers dalam menyebarkan informasi terkait capaian pembangunan dan kesiapan program baru seperti Kartu Huma Betang.
Rangga berharap, kerja sama erat antara pemerintah dan media dapat terus berlangsung agar masyarakat menerima informasi yang tepat dan situasi daerah tetap kondusif. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Editor: Frans Dodie