Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menghentikan sementara operasional 14 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alasannya untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan meningkatkan standar sanitasi.
Pemko mencatat terdapat 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, 14 dapur menghentikan aktivitasnya sementara. Sebanyak 10 dapur melakukan perbaikan IPAL, sedangkan 4 dapur lainnya membenahi infrastruktur serta mengevaluasi operasional.
Dapur-dapur tersebut tersebar di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Danau Indah, Lamtoro Gung, Haka, Tenggaring, Ranying Suring, Cempaka, Borneo, Banuas, Menteng 5, Tilung Induk, Ramin 2, Bama Raya, hingga Tjilik Riwut Km 1.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan, pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai tindak lanjut instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengelolaan limbah dan sanitasi.
“Kami menindaklanjuti surat edaran BGN agar program tetap berjalan aman dan penerima manfaat terlindungi,” ujar Zaini, Jumat (10/4/2026).
Zaini menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah dapur belum memiliki fasilitas IPAL yang memadai. Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan karena aktivitas memasak menghasilkan limbah cair setiap hari.
“Jika pengelola tidak mengolah limbah dengan baik, limbah cair bisa mencemari lingkungan,” tegasnya.
Ia menekankan setiap pengelola dapur wajib menjalankan komitmen dalam Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL), termasuk mengelola limbah secara benar.
“Pengelola harus memenuhi komitmen yang sudah mereka nyatakan dalam SPPL,” ujarnya.
Pemko menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendampingi pengelola dapur dalam membangun IPAL sesuai standar.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, memastikan 14 dapur lainnya tetap beroperasi. Ia juga menyebut dua dapur masih mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Kami masih memproses perizinan dua dapur karena baru beroperasi,” katanya.
Editor: Frans Dodie*