Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah kembali menaikkan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2026. Tujuannya untuk memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga akses kuliah tetap terbuka sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan nasional.
“KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi dan menjadi jembatan harapan bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Kementerian mencatat anggaran KIP Kuliah terus meningkat sejak 2020. Pemerintah mengalokasikan Rp6,5 triliun pada 2020. Anggaran tersebut naik menjadi Rp14,9 triliun pada 2025. Selanjutnya, pemerintah menetapkan anggaran Rp15,32 triliun pada 2026 dengan sasaran 1.047.221 mahasiswa penerima.
Selain menaikkan anggaran, pemerintah juga memperbaiki sistem penyaluran bantuan. Pengelola program kini memprioritaskan siswa pemegang KIP SMA/sederajat, serta calon mahasiswa yang tercatat dalam data kesejahteraan sosial nasional.
Kemudian, pemerintah mulai menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima. Langkah ini memastikan bantuan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki potensi akademik.
Pemerintah juga menegaskan bantuan biaya hidup merupakan hak penuh mahasiswa penerima KIP Kuliah. Karena itu, perguruan tinggi dan pihak lain dilarang menarik pungutan dari penerima program tersebut.
Di sisi lain, kementerian menjelaskan perubahan jumlah penerima di tiap kampus tidak berarti kuota nasional berkurang. Jumlah penerima menyesuaikan data ekonomi dan hasil seleksi masuk perguruan tinggi setiap tahun.
Melalui peningkatan anggaran dan perbaikan kebijakan ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya. Program KIP Kuliah juga diharapkan terus memperluas kesempatan generasi muda Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi.
Editor: Frans Dodie