Agustiar Sabran mengibarkan bendera usai ditetapkan sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia periode 2026–2030 dalam Munas Percasi XXX di The Tavia Heritage Hotel, Sabtu (11/4/2026).
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia masa bakti 2026–2030. Penetapan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Percasi XXX yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Sabtu, (11/4/2026).
Pemilihan berlangsung dengan dukungan yang hampir bulat dari pengurus provinsi (pengprov). Dari total 33 pengprov yang hadir, sebanyak 32 memberikan rekomendasi kepada Agustiar Sabran. Hal ini menunjukkan kuatnya kepercayaan daerah terhadap kepemimpinan baru di tubuh organisasi catur nasional.
Sekretaris Umum Pengprov Percasi Kalimantan Tengah, Ilham Busra, menegaskan hasil tersebut sebagai bentuk legitimasi yang solid. “Alhamdulillah sah,” ujarnya singkat, seraya menambahkan bahwa dukungan luas ini menjadi modal penting untuk menjalankan program organisasi ke depan.
Terpilihnya Agustiar sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Utut Adianto. Pergantian ini diharapkan membawa energi baru dalam pembinaan dan pengembangan olahraga catur di Indonesia.
Agustiar dikenal memiliki latar belakang kuat di dunia catur. Selain pernah menjadi pemain sejak usia muda, ia juga sebelumnya menjabat sebagai Ketua Harian PB Percasi, sehingga dinilai memahami kebutuhan pembinaan atlet secara menyeluruh.
Munas Percasi XXX yang berlangsung pada 10–12 April 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis peningkatan prestasi di tingkat internasional. Kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pembinaan atlet di berbagai daerah.
Dengan dukungan luas dari pengurus provinsi, Agustiar Sabran memulai masa kepemimpinannya dengan target memperkuat prestasi nasional serta mendorong regenerasi atlet catur Indonesia secara berkelanjutan.
Penulis : Wiyandri