Menaker Yassierli berbicara di Forum Sekretaris Kementerian/Lembaga, Jakarta. Foto Istimewa
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meminta kementerian dan lembaga menyerap lebih banyak tenaga kerja disabilitas. Ia menegaskan ketenagakerjaan harus inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin ketenagakerjaan inklusif. Penyandang disabilitas berhak mendapat akses dan kesempatan yang sama,” ujar Yassierli, dalam Forum Sekretaris Kementerian/Lembaga, Rabu (11/2/2026).
Ia menekankan instansi pemerintah serta BUMN/BUMD harus mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas. Kemnaker mendorong K/L memastikan aturan ini terlaksana.
Kemnaker menyediakan program pelatihan dan penempatan untuk tuna netra, tuna rungu, dan tuna daksa. Menaker meminta K/L memperluas kolaborasi pelatihan vokasi agar peserta siap bekerja atau berwirausaha.
“Saya berharap para Sekretaris Kementerian/Lembaga menghubungi kami agar program kolaboratif bisa segera dijalankan,” tambah Yassierli.
Kemnaker menyiapkan fasilitas pelatihan, instruktur, penyusunan SKKNI, dan sertifikasi. Mereka juga memperkuat sistem informasi pasar kerja agar kebijakan pelatihan tepat sasaran.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyatakan kepatuhan perusahaan melaporkan lowongan masih rendah. “Kami mengajak kementerian dan lembaga mendorong pelaporan lowongan melalui SIAPkerja atau Karirhub,” ujar Cris.
Dalam forum itu, Kemnaker menempati peringkat pertama K/L dengan Jabatan Pimpinan Tinggi Wanita terbanyak.
Editor: Frans Dodie