Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Sektor rumah tangga masih mendominasi penyaluran kredit oleh lembaga perbankan di Kalteng. Bank juga menyalurkan kredit signifikan ke sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan, sektor rumah tangga menyerap kredit Rp21,21 triliun atau 38,89 persen dari total penyaluran. Sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, menempati posisi kedua dengan penyaluran Rp16,66 triliun atau 30,56 persen.
Perbankan hanya menyalurkan kredit Rp1,04 triliun atau 1,91 persen ke sektor industri pengolahan. Bank juga menyalurkan Rp0,96 triliun ke aktivitas jasa lainnya (1,76 persen) dan Rp0,86 triliun ke sektor konstruksi (1,58 persen).
“Dominasi penyaluran kredit ke sektor rumah tangga, menunjukkan pelaku ekonomi masih mengandalkan konsumsi dan aktivitas berbasis sumber daya alam,” kata Primandanu, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan jenis penggunaan, bank menyalurkan kredit konsumsi Rp21,54 triliun atau 39,51 persen. Bank juga menyalurkan kredit modal kerja Rp19,36 triliun (35,49 persen) dan kredit investasi Rp13,63 triliun (25 persen).
Secara tahunan, kata Primandanu, bank mencatat pertumbuhan kredit modal kerja 13,46 persen, kredit konsumsi 8,86 persen, dan kredit investasi 2,26 persen. Total penyaluran kredit mencapai Rp54,53 triliun atau tumbuh 8,68 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Perbankan lebih banyak menyalurkan kredit ke kelompok non-UMKM sebesar Rp36,20 triliun atau 66,39 persen. Bank menyalurkan kredit ke usaha mikro Rp9,10 triliun (16,69 persen), usaha kecil Rp5,88 triliun (10,79 persen), dan usaha menengah sekitar 6 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bank masih menghadapi tantangan dalam mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif, terutama industri pengolahan,” katanya.
Editor: Frans Dodie*