Kepala Bapperida Kotim Alang Arianto menerima penghargaan Terbaik I Keterbukaan Informasi Publik dari Wakil Bupati Irawati di Sampit, Selasa (4/11/2025), sebagai bentuk pengakuan atas upaya instansi memajukan pengembangan Pulau Hanibung. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan Pulau Hanibung. Pulau ini akan disulap sebagai destinasi wisata konservasi meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim, Alang Arianto, mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga.
“Konsepnya bukan hanya bergantung pada APBD, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan kawasan,” kata Alang di Sampit, Selasa (4/11/2025).
Pulau Hanibung seluas 260 hektare berada di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Pulau ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna serta potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam berkonsep konservasi.
Rencana pengembangan Pulau Hanibung telah masuk dalam 14 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kotim yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2029. Saat ini, pemerintah daerah membentuk tim khusus lintas perangkat daerah untuk membagi peran sesuai kewenangan masing-masing.
Alang menegaskan pengembangan Pulau Hanibung akan dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah daerah sudah menjalin komunikasi dengan Bapperida Provinsi Kalteng, Universitas Palangka Raya, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung riset dan pendanaan alternatif.
“Kami sudah menyerahkan data ke Bapperida Provinsi dan Universitas Palangka Raya. Mereka juga meminta dokumen pendukung, dan BRIN siap berkolaborasi dalam pengembangan kawasan ini,” jelasnya.
Menurut Alang, pembangunan kawasan wisata tidak bisa dijalankan satu instansi saja. Dinas Pariwisata menjadi penanggung jawab utama, sementara Bapperida mendukung dari sisi penyusunan *masterplan* dan riset inovasi daerah.
“Secara bertahap, mulai 2025 sampai 2029, pengembangan Pulau Hanibung diharapkan mulai menunjukkan hasil nyata,” ujarnya.
Editor: Frans Dodie