Kepala Bapperida Kapuas, Ahmad M Saribi, menyampaikan perkembangan ekonomi dan ketahanan pangan Kabupaten Kapuas kepada tim BPK RI dan Bappenas di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati, Rabu (5/11/2025). Foto Istimewa
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas mencatat kondisi ekonomi terus membaik setelah pandemi.
Kepala Bapperida Kapuas, Ahmad M Saribi, menyebutkan, pada 2024 laju pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,95 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata provinsi, meski masih di bawah tingkat nasional.
“Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Saribi, Rabu (5/11/2025).
Dalam pembangunan jangka panjang, Pemkab Kapuas menetapkan visi RPJPD 2025–2045, “Kapuas Sejahtera 2045”, yang menekankan kemajuan, keunggulan, kemandirian, dan keberlanjutan.
Dinas Ketahanan Pangan melaporkan konsumsi pangan masyarakat Kapuas umumnya baik, meski sedikit di bawah standar nasional. Kontribusi utama berasal dari padi-padian, pangan hewani, minyak dan lemak, serta gula. Tingkat keragaman pangan cukup baik dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 87,4.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Edi Dese, menambahkan, Kabupaten Kapuas menjadi pelaksana Program Strategis Nasional ketahanan pangan sejak 2020 melalui pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Program ini meningkatkan produktivitas lahan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk penambahan sawah baru.
“Kapuas memiliki dua tipe lahan: pasang surut di 12 kecamatan dan non-pasang surut di 5 kecamatan. Lahan sawah kami mencakup lebih dari 45 persen total sawah di Kalimantan Tengah, dengan kontribusi produksi padi sekitar 41 persen pada 2024,” jelas Edi Dese.
Editor: Frans Dodie