Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,46 persen ketimbang Januari. Artinya, rata-rata harga barang dan jasa naik kurang dari setengah persen dalam sebulan. Secara tahunan, inflasi mencapai 5,06 persen, yang berarti harga kebutuhan sekarang sekitar 5 persen lebih tinggi dibanding Februari tahun lalu.
Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Daging ayam ras, cabai rawit, beras, ikan nila, dan emas perhiasan mendorong inflasi. Selain itu, tarif listrik dan harga emas juga memicu kenaikan inflasi tahunan.
Empat daerah IHK di Kalteng seluruhnya mengalami inflasi. Kabupaten Sukamara mencatat kenaikan tertinggi 0,76 persen, sedangkan Kota Palangka Raya terendah 0,17 persen. Data ini menunjukkan harga naik di semua wilayah, meski dengan tingkat berbeda.
Petani Lebih Untung
BPS juga mencatat NTP (nilai tukar petani) naik 1,23 persen menjadi 136,33. Angka ini menunjukkan pendapatan petani naik lebih cepat dibanding pengeluaran mereka. Dengan kata lain, daya beli petani membaik.
Harga karet, kelapa sawit, durian, dan gabah mendorong kenaikan tersebut. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga naik 1,41 persen menjadi 142,37. Kondisi ini menandakan usaha pertanian masih memberi keuntungan.
Sementara Nilai ekspor Januari 2026 mencapai US$257,07 juta. Angka ini memang turun dibanding bulan sebelumnya, namun ekspor tetap jauh lebih besar daripada impor yang hanya US$0,32 juta. Karena itu, neraca perdagangan masih surplus US$256,75 juta.
Batu bara masih mendominasi ekspor dengan tujuan utama India, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara itu, impor didominasi mesin dan peralatan mekanik dari Malaysia dan Tiongkok.
Wisata dan Transportasi Tumbuh
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Kalteng menembus 1.013.301 perjalanan pada Januari 2026. Kunjungan ke Kalteng juga naik. Hotel berbintang mencatat tingkat hunian 43,58 persen, sedangkan hotel nonbintang 22,47 persen.
Di sektor transportasi, angkutan udara melayani 125.548 penumpang dengan 1.366 penerbangan. Angkutan laut mencatat 29.631 penumpang dan 1,40 juta ton barang.
Secara umum, BPS menilai, ekonomi Kalteng awal 2026 tetap stabil. Harga memang naik saat Ramadan, namun kenaikannya masih terkendali. Selain itu, pendapatan petani membaik dan perdagangan tetap surplus.
Editor: Frans Dodie