Tangkapan layar video yang beredar luas di media sosial mengenai fenomena hujan es dan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.
DADAHUP, TOVMEDIA.CO.ID – Hujan es yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Jumat (3/10/2025) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Video amatir mengenai kejadian langka ini langsung viral di media sosial.
Fenomena langka ini sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat lantaran embusan angin cukup kuat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kecepatan angin di wilayah tersebut mencapai 25 meter per detik. Angka ini berdasarkan pantauan Automatic Weather Station (AWS) Dadahup. Angka ini tergolong kategori angin kencang, yang dapat menimbulkan kerusakan ringan seperti pohon tumbang dan atap rumah terlepas.
“Tetesan air membeku di puncak awan yang suhunya bisa mencapai di bawah minus 60 derajat Celsius. Proses ini dipicu oleh ketidakstabilan atmosfer serta kelembapan udara yang tinggi,” jelas BMKG melalui rilis resminya.
BMKG menyebutkan, hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang terbentuk dari awan Cumulonimbus (Cb), awan tinggi berukuran besar yang berkembang saat kondisi atmosfer tidak stabil. Meski tergolong jarang terjadi di wilayah tropis, hujan es bisa muncul saat terjadi pertemuan antara udara hangat dan lembap dengan udara dingin di lapisan atas atmosfer.
Sejumlah warga mengaku terkejut saat melihat butiran es kecil jatuh bersamaan dengan hujan. Selain itu, suara bising akibat benturan es di atap rumah juga sempat membuat panik.
“Tadi hujannya seperti biasa, tapi kemudian muncul suara keras di atap. Ternyata butiran es. Disertai angin juga cukup kencang,” ujar M Faisal, warga Dadahup.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan kerusakan serius akibat kejadian tersebut. Namun, sejumlah pohon tampak roboh dan ranting-ranting berserakan di beberapa titik. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di kawasan terbuka, agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama masa peralihan musim.
Warga juga diminta untuk segera mencari tempat aman jika mendapati tanda-tanda cuaca buruk seperti langit gelap pekat, petir, atau embusan angin tiba-tiba.
“Waspadai awan hitam pekat yang menjulang tinggi. Itu bisa menjadi indikasi terbentuknya awan Cumulonimbus yang sering memicu hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es,” tulis BMKG.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie