Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan capaian pembangunan dan arah kebijakan daerah tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Rabu (31/12/2025). Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan capaian pembangunan daerah sepanjang 2025, sekaligus menegaskan arah kebijakan strategis pemerintah provinsi di Aula Jayang Tingang, Rabu (31/12/2025).
Melalui forum resmi tersebut, ia memaparkan kinerja pemerintahan di tengah tekanan efisiensi anggaran. Pemerintah menilai, capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ke depan.
“Meski menghadapi keterbatasan fiskal, kami tetap menjalankan pembangunan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Agustiar.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengelola sisa anggaran sekitar Rp1,6 triliun dengan prinsip efektif dan kolaboratif. Karena itu, pemerintah mendorong sinergi lintas sektor agar program prioritas tetap tepat sasaran.
Selanjutnya, Agustiar memaparkan arah pembangunan berbasis zonasi wilayah. Pemerintah memfokuskan wilayah barat pada hilirisasi industri bauksit, silika, dan sawit, sementara wilayah tengah diarahkan untuk memperkuat pangan, pendidikan, dan layanan sosial.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan wilayah timur untuk membuka konektivitas baru. Langkah ini bertujuan agar distribusi hasil produksi daerah tidak lagi bergantung pada jalur Banjarmasin.
Agustiar juga menyoroti pembukaan akses Muara Joloi sebagai proyek strategis daerah. Ia menilai jalur tersebut mampu mendukung pengendalian banjir, meningkatkan sektor pertanian dan perikanan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah memastikan pemerataan layanan hingga ke wilayah pedalaman. Selain itu, pemerintah terus memperluas bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat tidak mampu guna memperkuat perlindungan sosial.
Agustiar menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Ia menegaskan kolaborasi menjadi kunci percepatan pembangunan Kalimantan Tengah.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie