Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan arahan terkait pengawasan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Sampit. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran bantuan sosial. Sehingga penyaluran bansos tersebut sampai ke tangan masyarakat benar-benar membutuhkan.
Ia menegaskan, pengawasan penting, terutama pada program Kartu Huma Betang Sejahtera. Ia meminta warga melapor jika menemukan penerima yang tergolong mampu.
“Jika ada penerima yang tergolong mampu, memiliki mobil atau aset berlebih, silakan laporkan. Kami akan verifikasi dan alihkan bantuan kepada yang lebih berhak,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Agustiar menyatakan, pemerintah tetap menjalankan program kesejahteraan meski anggaran daerah mengalami pemangkasan dari pemerintah pusat. Ia mengungkapkan, pemotongan anggaran Kalteng hampir mencapai Rp5 triliun. Namun, pemerintah daerah tetap memprioritaskan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan dari Presiden RI kepada lebih dari 200 ribu keluarga penerima manfaat di Kalteng. Jumlah tersebut menjadi salah satu penyaluran terbesar dalam satu kegiatan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pemerintah menggelar pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat. Dalam kegiatan itu, pemerintah bahkan menggratiskan paket sembako yang sebelumnya disubsidi hingga warga hanya membayar Rp10.000.
Agustiar berharap, berbagai program ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan bantuan sosial tersalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Editor: Frans Dodie*