Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dan Wakil Gubernur, Edy Pratowo, menghadiri Konferensi Kerja Daerah PWI Kalteng di Palangka Raya, Senin (29/12/2025). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengefisiensikan anggaran agar setiap rupiah memberikan manfaat nyata untuk masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran bekerja maksimal dan menutup ruang pemborosan.
Agustiar menjelaskan, selama 10 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, pemerintah mendorong pembangunan di berbagai sektor. Pemerintah aktif menjalankan program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, olahraga, serta penguatan kearifan lokal dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah ini memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Selama 10 bulan kepemimpinan kami, berbagai sektor terus kami dorong, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, olahraga, hingga penguatan kearifan lokal dan pendapatan daerah,” ujar Agustiar, Senin (29/12/2025).
Gubernur menekankan pemerintah perlu membangun komunikasi yang baik, menyampaikan informasi, dan mengantisipasi tantangan ke depan. Ia menambahkan momentum akhir tahun menjadi waktu refleksi sekaligus persiapan menyongsong tahun baru.
“Ini juga menjadi momentum refleksi akhir tahun dan menyongsong tahun yang akan datang,” tutur Agustiar.
Agustiar mengakui, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan anggaran. Ia menuntut efisiensi di semua lini dan memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai aturan, konstitusi, serta peraturan perundang-undangan.
“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, kita dituntut melakukan efisiensi dan memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai aturan, konstitusi, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Gubernur menegaskan, pemerintah daerah menutup ruang pemborosan dan memastikan anggaran digunakan tepat sasaran. Ia menekankan seluruh dana harus berdampak nyata bagi masyarakat Kalteng.
“Setiap tantangan menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan, menutup ruang pemborosan, serta memastikan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Agustiar.
Editor: Frans Dodie