Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias, memaparkan kinerja perekonomian Kalimantan Tengah dalam rilis akhir tahun di Aula Jayang Tingang. Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sepanjang 2025 melampaui capaian nasional dan regional. BI juga memastikan inflasi daerah tetap terkendali sesuai target nasional. Capaian ini menegaskan ketahanan ekonomi Kalteng di tengah dinamika global.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias, memaparkan capaian tersebut dalam rilis akhir tahun. Ia menilai berbagai indikator ekonomi daerah bergerak positif dan konsisten. Karena itu, BI menempatkan Kalteng sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi kuat.
“Sampai akhir tahun 2025, indikator ekonomi Kalimantan Tengah mencatat angka positif dan melampaui nasional serta regional,” ujar Yuliansyah, Rabu (31/12/2025).
Selanjutnya, Yuliansyah menjelaskan, BI menganalisis perekonomian daerah dari perkembangan ekonomi global. Ia menegaskan ekonomi Kalteng bergantung pada perdagangan internasional, terutama ekspor komoditas unggulan. Oleh sebab itu, perbaikan ekonomi negara mitra turut mendorong pertumbuhan daerah.
BI mencatat pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan III 2025 mencapai 5,36 persen secara tahunan. Angka ini melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen dan rata-rata Kalimantan 4,7 persen. Sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan internasional menopang pertumbuhan tersebut.
Selain pertumbuhan, BI mengendalikan inflasi Kalteng pada level 2,56 persen secara tahunan. Angka ini berada dalam sasaran nasional dan lebih rendah dari inflasi nasional. Keberhasilan ini mencerminkan kuatnya sinergi pengendalian harga di daerah.
Ke depan, BI memproyeksikan ekonomi Kalteng tumbuh pada kisaran 5–5,5 persen. Namun BI mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi risiko global, proses replanting sawit, dan fluktuasi harga energi. BI juga mendorong penguatan kerja sama antar daerah guna menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie