Ketua Komisi II DPRD Mura, Bebie
PURUK CAHU, TOVMEDIA.CO.ID – DPRD Kabupaten Murung Raya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk berinovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp1,2 triliun untuk tahun anggaran 2026.
Ketua Komisi II DPRD Mura, Bebie, mengatakan, pengurangan TKD akan berdampak signifikan terhadap sektor pembangunan, terutama infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
“Kita memahami kebijakan nasional ini. Namun bagi Murung Raya yang sangat bergantung pada dana pusat, dampaknya cukup besar. Oleh karena itu, Pemkab Mura perlu menggali PAD secara optimal,” ujar Bebie di Gedung DPRD Mura, Jumat (24/10/2025).
Bebie menekankan, potensi PAD bisa ditingkatkan melalui pengelolaan sektor pertambangan, kehutanan, dan pariwisata. DPRD akan mendukung langkah-langkah strategis agar ketergantungan terhadap dana pusat dapat dikurangi secara bertahap.
“Komisi II DPRD juga akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk menyusun strategi efisiensi anggaran. Meski dana terbatas, pembangunan harus tetap berjalan terarah dan berkeadilan,” tegasnya.
Data sementara menunjukkan, alokasi TKD Kabupaten Murung Raya tahun 2026 turun sekitar 43 persen, dari Rp2,6 triliun menjadi Rp1,6 triliun. Selama ini, TKD menyumbang lebih dari 80 persen total APBD, sehingga pengurangannya berpotensi memengaruhi banyak sektor pembangunan.
Bebie menegaskan, DPRD akan terus mengawal penyesuaian anggaran agar kualitas pelayanan publik tidak menurun dan pembangunan tetap menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Editor : Frans Dodie