MUSRENBANG – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda berfoto bersama jajaran pemerintah daerah dan peserta usai membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Seruyan Tahun 2027 di Aula Bapperinda, Kuala Pembuang, Rabu (11/3/2026). Foto : istimewa
KUALA PEMBUANG, TOVMEDIA.CO.ID – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan kabupaten setempat ke depan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Bapperinda Kabupaten Seruyan, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa penguatan ekonomi berbasis masyarakat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong daya saing daerah.
“Pembangunan ke depan harus mampu memperkuat ekonomi kerakyatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus pembangunan tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
Bupati menyebutkan bahwa arah pembangunan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Seruyan Tahun 2025–2029, khususnya memasuki tahun ketiga pelaksanaannya pada 2027.
Menurutnya, Musrenbang RKPD menjadi forum penting untuk menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari tingkat desa hingga kecamatan agar sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Melalui forum ini, kita memastikan setiap program yang direncanakan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah usulan pembangunan yang dihimpun untuk tahun 2027 mencapai 1.896 usulan, yang terdiri dari 1.430 usulan hasil Musrenbang kecamatan dan 466 usulan dari pokok pikiran DPRD.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan capaian indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan mengalami penurunan dari 7,08 persen pada 2024 menjadi 6,72 persen pada 2025.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 3,47 persen menjadi 3,44 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,24 pada tahun 2025.
Editor : Frans Dodie