Bupati Lamandau Rizky, Aditya Putra, menyampaikan kata sambutan saat membuka Konferensi Cabang IV PCNU Lamandau di GPU Lantang Torang, Minggu (21/12/2025). Foto Istimewa
NANGA BULIK, TOVMEDIA.CO.ID – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, membuka Konferensi Cabang IV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamandau bersama Muslimat NU, GP Ansor, dan Fatayat NU. Acara berlangsung di GPU Lantang Torang, Minggu (21/12/2025).
Rizky menegaskan, Konfercab tidak hanya bersifat organisasi, tetapi juga relevan dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Ia menyatakan, NU membantu pemerintah membangun harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama. Kehadiran NU membantu menciptakan masyarakat rukun dan beradab.
“NU memiliki posisi strategis dalam menjaga moderasi beragama serta memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang di daerah,” ujarnya.
Ia menyebut, NU telah berkontribusi nyata melalui kegiatan sosial dan keagamaan. NU juga memperkuat komitmen kebangsaan di Lamandau.
Rizky menilai, Konfercab menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan mengonsolidasikan organisasi. Ia meminta PCNU menentukan arah perjuangan agar tetap relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat. Pemerintah berharap hasil Konfercab memperkuat struktur dan program kerja NU.
Ia menyoroti peran aktif Muslimat NU, GP Ansor, dan Fatayat NU dalam memperkuat organisasi. Rizky menyebut perempuan dan generasi muda sebagai kunci keberlanjutan NU. Partisipasi mereka membantu menjawab tantangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di Lamandau.
“Kontribusi mereka menjadi kekuatan utama NU dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat,” ucap Rizky.
Ia menekankan pemerintah dan NU harus bersinergi untuk mendukung pembangunan sosial dan nilai kebangsaan. Pemerintah siap mendukung program NU yang berdampak bagi masyarakat.
Rizky berharap, Konfercab IV menghasilkan kepemimpinan yang solid dan program kerja yang nyata. Ia menegaskan sinergi antara NU dan pemerintah daerah memperkuat nilai kebangsaan. Dengan kerja sama ini, Lamandau dapat menciptakan masyarakat harmonis, toleran, dan berkeadaban.
Editor: Frans Dodie