Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra
NANGA BULIK, TOVMEDIA.CO.ID – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengingatkan seluruh ASN agar menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Peringatan tersebut untuk menjaga integritas ASN di tengah arus informasi digital yang semakin cepat.
Penegasan ini sekaligus menekankan peran ASN sebagai contoh bagi masyarakat. Selain itu, setiap aktivitas ASN di ruang digital secara langsung mencerminkan sikap pribadi dan citra pemerintah daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah menuntut kehati-hatian dalam setiap unggahan.
“Saya minta seluruh ASN di Kabupaten Lamandau bijak dalam bermedsos dan tidak asal mengunggah konten. Sebab, setiap unggahan dapat dinilai publik dan berdampak luas,” kata Rizky, Sabtu (10/1/2026).
Selanjutnya, Rizky menyoroti kebiasaan ASN dalam menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Ia menilai, masyarakat dengan mudah memantau sikap dan pernyataan ASN melalui media tersebut. Karena itu, ASN harus menjaga etika komunikasi digital.
Selain itu, Bupati Lamandau juga mengingatkan, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Ia meminta ASN menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga persatuan masyarakat di Bumi Bahaum Bakuba.
Rizky mendorong ASN memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi positif dan program pemerintah. Ia menilai media sosial dapat menjadi sarana edukasi yang efektif jika digunakan secara tepat. Dengan demikian, ASN dapat berperan aktif mendukung pembangunan daerah.
Di sisi lain, Rizky menegaskan, pemerintah daerah telah mengatur perilaku ASN, termasuk di media sosial, dalam ketentuan disiplin pegawai. Pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas jika ASN melanggar aturan dan mencoreng nama baik instansi. Ia berharap seluruh ASN mematuhi ketentuan tersebut.
Rizky mengajak ASN menjadi penggerak kerukunan di tengah masyarakat. Ia menekankan penggunaan media sosial secara produktif dan edukatif. Pemerintah daerah berharap sikap tersebut memperkuat kepercayaan publik terhadap ASN.
Editor: Frans Dodie