Tim Basarnas Palangka Raya menyisir Sungai Kahayan untuk mencari korban hanyut di Kabupaten Gunung Mas. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Basarnas Palangka Raya dan tim gabungan terus mencari Johan Sandi Novaly (26) yang hanyut saat berenang di Sungai Kahayan, Kabupaten Gunung Mas.
Tim SAR langsung menurunkan peralatan lengkap untuk mempercepat pencarian. Hingga hari ketiga, tim belum berhasil menemukan korban. Tim SAR memfokuskan pencarian dengan melibatkan aparat dan masyarakat setempat. Tim bekerja di medan sulit akibat arus deras dan air keruh. Keluarga korban turut menyisir sungai untuk membantu tim memperluas area pencarian.
“Tiga hari ini kami masih mencari Johan yang hanyut saat berenang di Sungai Kahayan, Desa Sepang Simin, Kecamatan Sepang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana, Minggu (4/1/2026).
Ia menekankan tim tetap bekerja maksimal meski medan berat. Tim memulai pencarian sejak korban terseret arus besar sungai. Ia menjelaskan, korban datang ke Desa Sepang untuk berlibur dan mengunjungi rumah saudaranya saat Natal dan Tahun Baru. Saat berenang, Johan terseret arus deras Sungai Kahayan. Tim SAR langsung berangkat ke lokasi dengan peralatan lengkap.
“Kami langsung mengerahkan tim rescue dengan rescue car, rubber boat, dan peralatan pertolongan di air menuju lokasi kejadian,” kata Alit.
Tim SAR berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan agar pencarian lebih efektif. Pemerintah daerah mendukung penuh upaya evakuasi korban.
Koordinator Lapangan Basarnas, Malik, menyatakan, kondisi sungai menyulitkan pencarian. Tim menyesuaikan strategi pencarian sesuai kondisi lapangan.
“Arus deras dan air keruh menjadi kendala utama hingga hari ketiga, sehingga tim kesulitan melakukan penyisiran,” ujarnya.
Tim SAR gabungan terdiri atas Tim Rescue KPP Palangka Raya, Polsek Sepang, Koramil 1018/Sepang, BPBD Gunung Mas, Tagana Gunung Mas, PMI Gunung Mas, dan masyarakat setempat. Semua pihak bekerja sama untuk mempercepat pencarian. Tim terus menyisir lokasi hingga korban ditemukan.
Editor: Frans Dodie