Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, turun langsung menyalurkan bantuan pangan dari Presiden RI kepada warga Kotim. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan paket bantuan pangan kepada 37.754 warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Program ini menjadi bagian dari distribusi nasional yang menjangkau ratusan ribu keluarga di Kalteng.
Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung menyebut, total penerima di wilayah Kalteng mencapai 205.040 orang. Dari jumlah tersebut, 37.754 paket diantaranya untuk masyarakat Kotim.
Ia menjelaskan, setiap paket memuat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengurangi beban warga menjelang Lebaran.
Pemerintah provinsi juga menggelar pasar murah atas arahan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Panitia menyediakan 2.000 paket dalam kegiatan tersebut. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Harga pasar mencapai Rp147.000, namun subsidi Rp137.000 membuat warga cukup membayar Rp10.000.
Selain itu, pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah dengan menggandeng Perum Bulog, ID Food, BUMD pangan, distributor, kelompok tani, peternak, serta pelaku usaha lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan beragam komoditas dengan harga lebih rendah. Panitia menyiapkan beras premium 15 ton, bawang merah dan putih masing-masing 500 kilogram, gula pasir 1.200 kilogram, minyak goreng 1.200 liter, telur ayam ras 600 tray, serta sayuran, cabai, dan ikan segar.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah menyalurkan bantuan tunai melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera. Bank Kalteng menyalurkan dana Rp250 ribu kepada 28.492 keluarga penerima manfaat di Kotim.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan, program ini mencerminkan perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Ia meminta penyaluran tepat sasaran. Jika warga menemukan penerima yang tergolong mampu, ia meminta laporan agar petugas segera memverifikasi dan mengalihkan bantuan kepada pihak yang lebih berhak.
Pemerintah berharap, rangkaian program ini mampu menekan beban ekonomi warga serta menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang Idulfitri.
Editor: Frans Dodie*