Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Adi Nugroho, memberikan arahan pada Sosialisasi dan Asistensi Pelaporan Kinerja TPID di Aula Betang Hapakat, Selasa (3/2/2026). Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Bank Indonesia Perwakilan Kalteng menggelar sosialisasi dan asistensi pelaporan kinerja TPID Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Betang Hapakat, Selasa (3/2/2026), dan berlanjut hingga Rabu (4/2/2026).
“Inflasi yang rendah dan stabil menjadi pondasi ekonomi. TPID di daerah memegang peran penting karena pertumbuhan ekonomi nasional tercermin dari kinerja daerah,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Adi Nugroho.
Adi menjelaskan, inflasi Kalteng pada 2025 tercatat 3,13 persen, masih berada dalam sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen. Meski stabil, ia menekankan TPID harus memantau dan mengendalikan inflasi agar tidak melampaui target.
Selain itu, Adi meminta TPID Provinsi dan kabupaten/kota menyerahkan Laporan Kinerja TPID paling lambat 27 Februari 2026. Pemerintah pusat akan menilai kinerja TPID berdasarkan laporan tersebut.
Adi menegaskan, TPID harus menyusun laporan secara runtut dan komunikatif. “Laporan TPID bukan sekadar angka dan tabel, tetapi media yang menjelaskan kondisi daerah, tantangan inflasi, serta rekomendasi kebijakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, laporan TPID ibarat alur Sungai Kahayan. Data inflasi, pasokan pangan, distribusi, dan risiko harga mengalir seperti “air” yang tersusun sehingga mudah dipahami pusat.
Adi mengapresiasi capaian TPID Kalteng yang meraih peringkat tiga nasional TPID Terbaik untuk Kawasan Kalimantan Tahun 2025. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan menjaga sinergi agar prestasi ini meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Selanjutnya, Adi menekankan TPID harus melanjutkan pengendalian inflasi pada 2026 dengan strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Sosialisasi ini memperkuat koordinasi dan komunikasi TPID dalam pengendalian inflasi.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie