Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Algrin Gasan
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Kapuas, Algrin Gasan, mengingatkan pentingnya skala prioritas dalam Musrenbang Kecamatan Kapuas Barat. Ia meminta seluruh pihak menyusun usulan pembangunan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
Selain itu, Algrin menegaskan, musrenbang berperan sebagai forum utama penyaluran aspirasi warga secara berjenjang. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah kecamatan dan desa menyusun program berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Musrenbang menjadi forum strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan, sehingga setiap usulan harus disusun berdasarkan kebutuhan riil, bukan sekadar keinginan sesaat,” kata Algrin, Rabu (14/1/2026).
Selanjutnya, politisi Partai Golkar ini menyampaikan penekanan tersebut setelah menghadiri Musrenbang Kecamatan Kapuas Barat dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kapuas tahun anggaran 2027. Ia menilai forum tersebut menentukan arah pembangunan kecamatan ke depan.
Di sisi lain, Algrin mendorong sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan agar usulan program sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai, keterbatasan anggaran menuntut penetapan prioritas yang jelas pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, wakil rakyat dari Dapil Kapuas II ini meminta, setiap pengusul melengkapi proposal dengan data dan argumentasi yang kuat. Dengan langkah tersebut, ia berharap pembahasan di tingkat kabupaten berjalan efektif dan tepat sasaran.
Algrin menyatakan komitmennya mengawal dan memperjuangkan hasil Musrenbang Kecamatan Kapuas Barat. Sehingga pemerintah daerah mengakomodasinya dalam rencana kerja. Ia berharap, pemerintah merealisasikan usulan prioritas sesuai kebutuhan warga.
“Saya berharap usulan prioritas tidak hanya berhenti dalam dokumen perencanaan, tetapi benar-benar direalisasikan untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata di Kabupaten Kapuas,” ujar Algrin.
Editor: Frans Dodie