Anggota DPRD Kapuas, Yetty Indriana
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Sorotan terhadap ketimpangan distribusi guru di Kabupaten Kapuas kembali mencuat. Anggota DPRD Kapuas, Yetty Indriana, menekankan urgensi pemerataan tenaga pendidik di seluruh kecamatan.
Menurutnya, upaya memperbaiki kualitas pendidikan tidak akan efektif tanpa penempatan guru yang proporsional, dan berbasis kebutuhan riil di setiap sekolah.
Yetty menegaskan, pemerataan guru harus berjalan konsisten agar sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar dapat segera memperoleh dukungan. Ia menilai, ketimpangan distribusi selama ini memicu kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah dan menghambat proses belajar mengajar.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru bukan sekadar persoalan administratif, tetapi langkah strategis untuk memastikan seluruh siswa, termasuk yang berada di wilayah pelosok, mendapatkan layanan pendidikan yang setara. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menempatkan isu pemerataan guru sebagai prioritas kebijakan.
Yetty menyoroti pandangan Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno yang mendorong penempatan guru berbasis jumlah siswa, bukan hanya jumlah sekolah. Ia menilai, pendekatan tersebut lebih akurat untuk menentukan kebutuhan riil tenaga pendidik dan meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui rasio guru–murid yang lebih seimbang.
“Penyebaran guru harus proporsional terhadap jumlah siswa. Ini menjadi perhatian kita bersama agar layanan pendidikan tidak timpang antara satu wilayah dengan wilayah lainnya,” ujar Yetty, Minggu (23/11/2025).
Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Kapuas melakukan pemetaan kebutuhan guru secara berkala, terutama di sekolah pelosok yang selama ini rentan kekurangan tenaga pengajar. Yetty menilai data yang akurat menjadi fondasi penting untuk memastikan distribusi guru tepat sasaran serta mendukung perencanaan jangka panjang sektor pendidikan.
Selain itu, ia menekankan bahwa proses distribusi harus mempertimbangkan kompetensi dan kualifikasi guru untuk menjaga kualitas layanan pendidikan. Yetty mengajak semua pihak ikut mengawal implementasi pemerataan guru agar peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kapuas dapat tercapai.
Editor: Frans Dodie