RAPAT PARIPURNA – DPRD Kalteng menggelar Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun 2025, Rabu (15/10/2025), membahas Nota Keuangan dan RAPBD 2026. Foto : istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor produktif rakyat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kalteng Tahun Anggaran 2026.
Juru Bicara Fraksi PDIP DPRD Provinsi Kalteng, Ampera A.Y Mebas, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun 2025 di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional.
“Fraksi kami mendorong agar anggaran untuk sektor-sektor produktif rakyat dapat ditingkatkan, karena di sanalah fondasi ekonomi daerah sebenarnya berada,” ujar Ampera.
Dalam pandangan Fraksi PDIP, RAPBD 2026 telah disusun dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah, efisiensi belanja, serta rasionalisasi anggaran. Namun, pihaknya menekankan pentingnya memastikan anggaran benar-benar tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Fraksi PDIP juga menyoroti proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp7,105 triliun dan defisit belanja Rp266 miliar yang direncanakan ditutup melalui Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Menurut Ampera, pemerintah daerah perlu menjelaskan secara transparan dasar perhitungan pendapatan dan strategi penutupan defisit agar tidak membebani anggaran jangka panjang.
Selain itu, pengawasan penggunaan anggaran menjadi perhatian utama Fraksi PDIP. Sistem pengawasan yang kuat dianggap penting untuk mencegah kebocoran anggaran dan memastikan sektor produktif mendapat alokasi yang maksimal.
“Pembahasan teknis di tingkat komisi harus memastikan anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kalteng, terutama untuk sektor produktif yang menopang ekonomi rakyat,” tegas Ampera.
Editor : Frans Dodie