Para narasumber Seminar Nasional ke-16 dan Pertemuan Ilmiah ke-17 MPHPI berfoto bersama panitia dan pimpinan UPR. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama kalangan akademisi sepakat memperkuat penerapan blue economy atau ekonomi biru melalui riset dan inovasi produk perikanan bernilai tinggi.
Kesepakatan itu tertuang dalam Seminar Nasional ke-16 dan Pertemuan Ilmiah ke-17 MPHPI, yang digelar di Universitas Palangka Raya.
Ishartini, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) KKP, menyatakan, pemerintah kini menata ulang kebijakan kelautan berbasis lima pilar utama, termasuk budidaya berkelanjutan dan pengembangan kampung nelayan Merah Putih.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat inovasi produk seperti gelatin, kolagen, dan kultur jaringan,” ujarnya.
Dari kalangan akademisi, Amir Husni (UGM) dan Tati Nurhayati (IPB University), menekankan pentingnya harmonisasi kurikulum dan riset terapan di bidang Teknologi Hasil Perikanan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Forum ini menjadi bukti sinergi nyata antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam memperkuat ketahanan pangan serta daya saing sektor perikanan nasional.
Editor: Frans Dodie