Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, Teras, membuka Festival Tandak Intan Kaharingan IV Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2025, di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (30/10/2025) malam. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Festival Tandak Intan Kaharingan IV Tahun 2025 digelar di Kabupaten Kapuas. Festival ini sebagai wujud nyata pelestarian ajaran dan tradisi umat Hindu Kaharingan di tengah tantangan arus modernisasi.
Kegiatan yang berlangsung di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (30/10/2025) malam, menjadi ruang bagi generasi muda Hindu Kaharingan untuk menunjukkan kemampuan membaca Kitab Suci Panaturan, ngadayu, serta menelaah teks-teks keagamaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, Teras, yang mewakili Bupati Kapuas, membuka acara tersebut. Ia menegaskan, festival ini memiliki nilai strategis dalam menjaga spiritualitas sekaligus kebudayaan daerah.
“Festival Tandak Intan Kaharingan bukan sekadar kompetisi, tetapi media pembinaan iman dan pelestarian budaya yang tumbuh dari nilai-nilai luhur agama,” ujarnya.
Menurut Teras, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter generasi muda agar tetap berpegang pada ajaran agama di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
“Dengan keimanan yang kuat, masyarakat akan memiliki ketahanan moral dan sosial menghadapi perubahan zaman,” katanya.
Selain sebagai ajang pembinaan, festival ini juga berfungsi mempererat tali persaudaraan antarumat Hindu Kaharingan di berbagai desa dan kecamatan di Kapuas. Panitia pelaksana melibatkan tokoh-tokoh adat, pemuka agama, dan perwakilan generasi muda sebagai peserta dan panitia lomba.
Teras juga mengingatkan dewan juri untuk menilai secara objektif dan profesional agar semangat kejujuran dan netralitas tetap terjaga. Ia berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan kegiatan keagamaan berbasis budaya lokal.
“Kami berharap, festival ini tidak hanya melahirkan pemenang lomba, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga ajaran dan budaya Kaharingan. Sehingga tetap hidup di tengah masyarakat,” tutupnya.
Editor: Frans Dodie