Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Banjir masih merendam dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng), yaitu Seruyan dan Kotawaringin Timur (Kotim). Bencana alam ini memaksa ratusan warga mengungsi.
Berdasarkan data per 8 September 2025, total 296 jiwa terdampak. Sebanyak 128 orang diantaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menjelaskan, banjir di Seruyan telah berlangsung sejak 5 September. Banjir yang terjadi di Desa Tumbang Laku, Kecamatan Seruyan Hulu, merendam puluhan rumah dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.
“Sebanyak 80 kepala keluarga terdampak, dengan 114 orang terpaksa mengungsi,” ujar Toyib, di Palangka Raya.
Selain Seruyan, Kabupaten Kotim juga dilanda banjir sejak 7 September 2025, khususnya di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu. Meskipun ketinggian air sekitar 50 sentimeter, banjir ini menyebabkan satu keluarga yang terdiri dari 14 jiwa harus mengungsi.
Secara keseluruhan, Toyib menyebutkan bahwa 128 rumah warga dan empat fasilitas umum terdampak di kedua kabupaten tersebut. Para pengungsi saat ini telah ditampung di lokasi aman yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.
BPBD Provinsi Kalteng terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi erat dengan aparat desa dan kabupaten. Hal ini untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan optimal.
“Kondisi terus dipantau berdasarkan laporan terkini dari lapangan,” tegas Toyib.
Editor: Frans Dodie