Kepala Bapenda Kabupaten Kotim, Ramadansyah,
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan terobosan baru untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Melalui program layanan jemput bola, Bapenda akan mendatangi masyarakat langsung ke kecamatan, guna memberikan kemudahan dan menekan biaya yang selama ini menjadi kendala.
Kepala Bapenda Kabupaten Kotim, Ramadansyah, mengungkapkan, program ini merupakan hasil koordinasi yang solid dengan pihak Samsat dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Tahun ini pihaknya mengadakan mobil layanan.
“Jadi, pembayarannya tidak harus datang ke Sampit, tetapi kita nanti akan jemput bola,” ujar Ramadansyah, Rabu (10/9/2025).
Langkah proaktif ini diambil untuk menjawab tantangan geografis Kotim yang sangat luas, di mana banyak warga dari pelosok harus menanggung biaya transportasi yang jauh lebih besar dari nilai pajak itu sendiri.
“Kalau sekarang, misalnya masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor ke Sampit dengan nilai pajaknya Rp200 ribu, sementara ongkosnya sampai Rp500 ribu, kan kasihan. Makanya kita akan jemput bola nanti ke kecamatan untuk memberikan pelayanan,” ujarnya.
Saat ini, satu unit mobil layanan keliling telah dioperasikan. Melihat potensi dan kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotim berencana untuk menambah armada serupa agar jangkauan pelayanan bisa lebih luas lagi.
Validasi Data dan Hapus Tunggakan Pajak
Selain mempermudah pembayaran, Bapenda juga tengah melakukan pendataan ulang kendaraan bermotor di setiap kecamatan. Menurut Ramadansyah, program ini memiliki dua tujuan utama: memvalidasi data dan memberikan solusi bagi warga yang kendaraannya sudah tidak layak pakai.
Ia mendorong masyarakat untuk proaktif melaporkan kendaraan yang sudah hancur atau tidak digunakan lagi agar tidak terus menerus menjadi beban tunggakan pajak.
“Pajaknya sudah mati tapi tidak kita dilaporkan, maka pajak ya jalan terus. Itu menjadi piutang. Harapan kami, kalau kendaraan itu memang tidak dipakai lagi, kita laporkan sudah hancur, misalkan tidak bisa bergerak lagi sehingga itu pajaknya tidak jalan terus,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya ini, Bapenda Kotim optimistis tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak akan meningkat, yang pada akhirnya akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menunjang pembangunan daerah.
Editor: Frans Dodie