Marc Marquez dan Valentino Rossi
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Perseteruan Marc Marquez dan Valentino Rossi pada ajang MotoGP 2015 masih meninggalkan cerita panjang. Juara dunia MotoGP asal Spanyol itu kini menegaskan tidak akan memanfaatkan pengaruh media untuk menjatuhkan atau menyerang orang lain.
Dilansir crash.net, sikap Marquez tersebut mengingatkan kembali pada konflik yang melibatkan dua pembalap papan atas itu di Sirkuit Sepang, Malaysia. Perselisihan bermula ketika Rossi menuding Marquez sengaja mengganggu perjuangannya merebut gelar juara dunia dan memberikan keuntungan kepada Jorge Lorenzo.
Tuduhan tersebut membuat hubungan Marquez dan Rossi semakin memanas menjelang balapan MotoGP Malaysia. Persaingan di lintasan pun berlangsung ketat hingga keduanya terlibat insiden yang berujung pada terjatuhnya Marquez.
Dalam kejadian tersebut, Rossi dan Marquez bersenggolan setelah terlibat duel di lintasan. Marquez tidak mampu melanjutkan balapan, sedangkan Rossi menyelesaikan lomba dengan situasi yang kemudian berdampak besar terhadap peluangnya meraih gelar juara.
Federasi menjatuhkan sanksi poin penalti kepada Rossi atas insiden tersebut. Akibat akumulasi penalti, pembalap Italia itu harus mengawali seri penutup di Valencia dari posisi paling belakang.
Di sisi lain, Lorenzo mendapatkan posisi start terdepan atau pole position di Valencia. Ia kemudian memenangi balapan terakhir musim tersebut dan mengunci gelar juara dunia, sementara Rossi gagal meraih gelar kesepuluh yang diincarnya.
Ketegangan antara kedua pembalap tidak langsung berakhir setelah musim 2015. Pada 2018, Marquez mencoba mencairkan suasana dengan mengulurkan tangan kepada Rossi saat konferensi pers, tetapi Rossi menolak tawaran tersebut.
Hubungan keduanya kembali menjadi sorotan setelah insiden di MotoGP Argentina 2018. Kala itu, Marquez bersenggolan dengan Rossi hingga pembalap Yamaha tersebut terjatuh. Rossi kemudian melontarkan kritik terhadap rivalnya asal Spanyol itu.
Rossi mengakhiri kariernya di MotoGP pada 2021. Meski demikian, peristiwa di Sepang tetap menjadi bagian dari perbincangan mengenai perjalanan kariernya, terutama terkait peluang meraih gelar juara dunia ke-10. Sementara itu, pernyataan Marquez mengenai media kembali mengangkat perhatian terhadap konflik lama yang pernah membayangi persaingan keduanya.
Editor : Frans Dodie
