PLN UPT Palangka Raya bersama pemerintah setempat, perwakilan Dinas Kehutanan Kalteng, dan kelompok budidaya madu kelulut dalam pengembangan usaha berbasis lingkungan di Kameloh Baru.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangka Raya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) budidaya madu kelulut di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Selasa (27/10/2026).

Program yang menyasar kelompok budidaya madu kelulut setempat ini diharapkan menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian hutan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan tersebut dihadiri Manager UPT Palangka Raya Eko Prasetyo, Camat Sebangau Teguh Margiono, Lurah Kameloh Baru Rulissantie, perwakilan Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Neneng Aryani, SP, serta kelompok budidaya madu kelulut yang juga aktif dalam kegiatan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Manager UPT Palangka Raya Eko Prasetyo menjelaskan, program TJSL merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar aset PLN, khususnya jaringan transmisi listrik 150 kilovolt (kV) yang melintasi wilayah Kameloh Baru.
Menurutnya, pemilihan budidaya madu kelulut mempertimbangkan potensi kawasan hutan yang menjadi sumber pakan lebah. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong masyarakat menjaga lingkungan.
“Melalui program ini, kami tidak hanya berfokus pada penanganan karhutla, tetapi juga membantu masyarakat agar bisa bertahan dan berkembang secara ekonomi. Harapannya, kelompok budidaya ini semakin mandiri dan memberikan dampak positif bagi warga sekitar,” ujar Eko.
Ia menambahkan, dukungan PLN tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana budidaya. Program tersebut juga mencakup pelatihan, pendampingan, serta dukungan dalam pengurusan perizinan UMKM dan pengembangan pemasaran. Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur manfaat program dan menentukan peluang pengembangan selanjutnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan perwakilan Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Neneng Aryani, SP. Ia menilai budidaya madu kelulut sejalan dengan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan.

Menurut Neneng, keberhasilan budidaya madu kelulut sangat berkaitan dengan terjaganya vegetasi dan sumber pakan lebah. Karena itu, masyarakat memiliki kepentingan langsung untuk merawat pohon dan lingkungan yang mendukung keberlangsungan produksi madu.
“Program seperti ini sangat baik karena masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi dari madu kelulut, sementara hutan di sekitarnya tetap terjaga. Kami berharap kegiatan ini dapat dikembangkan di lebih banyak tempat dan melibatkan kelompok masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa potensi lebah tidak hanya berasal dari madu. Produk turunannya, seperti propolis dan serbuk sari atau polen, memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan, pengetahuan, dan pengembangan usaha yang memadai agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Sebangau Teguh Margiono mengapresiasi langkah PLN dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha alternatif. Ia mengatakan, kondisi geografis Kameloh Baru yang menghadapi risiko banjir saat musim hujan dan karhutla ketika musim kemarau menjadi tantangan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.
Menurut Teguh, budidaya madu kelulut dapat menjadi pilihan usaha yang sesuai dengan potensi lingkungan setempat dan berpeluang dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami berharap bantuan ini bisa berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan penghasilan bagi masyarakat. Kami juga berharap kepedulian PLN dapat menjangkau kelurahan lain di Kecamatan Sebangau yang memiliki potensi serupa,” katanya.

Lurah Kameloh Baru Rulissantie mengatakan, pengembangan budidaya madu kelulut merupakan salah satu upaya mencari sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat yang selama ini banyak bekerja sebagai nelayan tangkap. Ia menyebutkan, usulan pengembangan usaha tersebut telah disampaikan beberapa tahun sebelumnya dan kini mulai direalisasikan melalui dukungan PLN.
Rulissantie berharap pelatihan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu kelompok mengelola budidaya secara berkelanjutan, sehingga usaha tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota kelompok, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga lainnya.

Ketua kelompok budidaya madu kelulut sekaligus perwakilan MPA Kameloh Baru, Komarudin, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN. Ia mengatakan, kelompoknya selama ini aktif melaksanakan patroli dan kegiatan pencegahan karhutla, termasuk membantu menjaga lingkungan serta aset nasional di wilayah setempat.
Komarudin menyebutkan, kelompok yang beranggotakan 15 orang tersebut menerima bantuan awal berupa 30 koloni lebah kelulut beserta perlengkapan budidaya. Ke depan, koloni yang berhasil dikembangkan akan diperbanyak dan diharapkan dapat dibagikan kepada anggota agar usaha tersebut tumbuh lebih luas.
“Harapan kami, budidaya ini tidak hanya berkembang di kelompok kami, tetapi juga bisa melibatkan masyarakat Kameloh Baru secara keseluruhan. Kami ingin Kameloh Baru dikenal sebagai kampung madu yang mampu menghasilkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.
Saat ini, kelompok masih berada dalam tahap pengembangan budidaya dan pengurusan perizinan usaha. Produk madu belum dipasarkan secara luas. Ke depan, pemasaran direncanakan melalui penjualan langsung dan platform digital, dengan harapan adanya pendampingan dari PLN dapat membantu memperluas jangkauan pasar.
Melalui program TJSL tersebut, budidaya madu kelulut diharapkan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian hutan di Kameloh Baru.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, PLN berharap program budidaya madu kelulut ini dapat menjadi peluang usaha produktif bagi masyarakat Kameloh Baru. Melalui bantuan sarana budidaya, pelatihan, dan pendampingan, kelompok diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri serta meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Ke depan, pengembangan budidaya madu kelulut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kelompok penerima bantuan, tetapi juga membuka peluang keterlibatan masyarakat yang lebih luas. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi warga, usaha ini diharapkan turut meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan sebagai sumber pakan lebah sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penulis : Eka
Editor Frans Dodie
