Ilustrasi
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak naik hingga mencapai Rp18.044,7 berdasarkan data Investing.com pada pukul 09.58 WIB.
Kenaikan dolar AS tercatat sebesar 59,1 poin atau 0,33 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan pelemahan rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Selama perdagangan berlangsung, dolar AS bergerak pada rentang Rp17.997,8 hingga Rp18.049. Rentang tersebut memperlihatkan fluktuasi nilai tukar sejak perdagangan dimulai.
Pada pukul 09.58 WIB, posisi dolar AS berada dekat dengan level tertingginya. Selisihnya hanya 4,3 poin dari puncak perdagangan yang tercatat sebesar Rp18.049.
Di sisi lain, posisi tersebut terpaut 46,9 poin dari level terendah dolar AS pada perdagangan hari ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa dolar AS masih bertahan di dekat batas atas rentang pergerakannya.
Penguatan dolar AS menjadi perhatian dalam perkembangan pasar valuta asing domestik. Perubahan kurs tersebut dapat memengaruhi biaya transaksi bagi pelaku usaha yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam mata uang asing.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan menjadi perhatian pasar hingga akhir perdagangan. Namun, data pada pukul 09.58 WIB tersebut masih menggambarkan kondisi sementara dan belum mencerminkan posisi penutupan kurs pada Kamis.
Editor : Frans Dodie
