Ilustrasi
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026). Rupiah turun Rp19 atau 0,11 persen ke level Rp18.046 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif rupiah hingga empat hari perdagangan berturut-turut. Dalam periode yang sama, nilai tukar rupiah di pasar spot juga terus bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS.
Berbeda dengan pasar spot, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia justru mencatat penguatan tipis. Kurs Jisdor naik Rp2 atau 0,01 persen menjadi Rp18.050 per dolar AS.
Penguatan tersebut terjadi setelah rupiah Jisdor mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan Jumat sebelumnya. Saat itu, kurs Jisdor melemah Rp104 atau 0,58 persen.
Di tengah pergerakan rupiah yang belum stabil, pasar saham domestik juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Tekanan terhadap IHSG terjadi setelah muncul peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai potensi penurunan status pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut turut membayangi pergerakan pasar keuangan nasional.
Pergerakan rupiah dan IHSG menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan sentimen eksternal maupun domestik. Investor mencermati perkembangan nilai tukar serta prospek pasar saham untuk menentukan langkah investasi berikutnya.
Dengan rupiah yang masih berada di atas Rp18.000 per dolar AS dan IHSG melanjutkan pelemahan, pelaku pasar akan memantau perkembangan sentimen yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Editor : Frans Dodie
