Rupaih
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Rupiah berhasil bergerak positif meski dolar Amerika Serikat (AS) masih mendapat dukungan kuat di pasar valuta asing pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
Penguatan rupiah terjadi setelah pasar mencermati sikap Federal Reserve yang masih memberikan perhatian besar terhadap risiko inflasi. Sentimen tersebut membuat dolar AS bertahan di dekat level tertingginya dalam sekitar satu setengah tahun.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah mengawali perdagangan di pasar spot dengan kenaikan 20 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp17.867 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
Kinerja tersebut melanjutkan tren positif rupiah sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/10/2026), mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.886 per dolar AS.
Di pasar global, indeks dolar AS tercatat berada di posisi 102,23. Dolar sebelumnya menguat 0,3 persen pada perdagangan Rabu dan kini masih berada tidak jauh dari level tertinggi sejak 9 April 2025.
Mengutip MarketScreener, perhatian investor tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis Rabu. Dokumen tersebut memperlihatkan para pejabat bank sentral AS menilai inflasi sebagai risiko penting bagi prospek perekonomian.
Federal Reserve sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat 15-16 September 2026. Namun, risalah pertemuan memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan terkait alasan kenaikan tersebut.
Pelaku pasar saat ini belum melihat sinyal kuat bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada akhir Oktober. Data FedWatch CME Group menunjukkan peluang kenaikan 25 basis poin dalam pertemuan yang berakhir 28 Oktober berada di sekitar 19 persen.
Pergerakan mata uang Asia lainnya turut menjadi perhatian. Yen Jepang menguat 0,2 persen menjadi 157,815 per dolar AS setelah Jepang mencatat surplus transaksi berjalan sebesar 4,062 triliun yen pada Agustus 2026.
Sementara itu, euro bertahan di US$1,1201 dan pound Inggris berada di US$1,3215. Yuan China di pasar offshore tercatat stabil pada level 6,7015 per dolar AS, sedangkan dolar Australia dan dolar Selandia Baru masing-masing berada di US$0,6960 dan US$0,5600.
Editor : Frans Dodie
