Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Satgas mencatat 27,54 hektare lahan terbakar dalam empat hari pertama Oktober 2026. Foto Ist
PANGKALAN BUN, TOVMEDIA.CO.ID – Karhutla masih melanda Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam empat hari pertama Oktober 2026, tim mencatat 2.423 titik panas dan menemukan lahan terbakar seluas 27,54 hektare.
BPBD Kotawaringin Barat menghimpun data tersebut hingga Minggu (4/10). Rekapitulasi itu mencakup titik panas, penanganan karhutla, dan luasan lahan terbakar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kecamatan Kumai mencatat titik panas terbanyak dengan 1.543 titik. Kecamatan Arut Selatan menyusul dengan 590 titik, sedangkan Kotawaringin Lama mencatat 258 titik.
Sementara itu, Kecamatan Pangkalan Lada mencatat luasan lahan terbakar terbesar, yakni 23 hektare. Arut Selatan menyusul dengan 3,24 hektare dan Kotawaringin Lama 0,80 hektare.
Wadansatgas Penanganan Karhutla Kobar Samuel, mewakili Dansatgas Penanganan Karhutla Kobar Hj. Nurhidayah, mengatakan tingginya jumlah titik panas mendorong Satgas memperkuat penanganan di lapangan.
“Tim Satgas terus diturunkan untuk melakukan penanganan karhutla. Sinergitas yang baik terus ditunjukkan oleh seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Damkar, TNI, Polri, RAPI, MPA hingga relawan,” ujar Samuel.
Luas lahan terbakar pada awal Oktober tercatat lebih kecil dibandingkan dua bulan sebelumnya.
Pada Agustus 2026, tim mencatat lahan terbakar seluas 1.583,41 hektare. Pada September, tim mencatat 856,93 hektare.
Sementara itu, dalam empat hari pertama Oktober, tim mencatat lahan terbakar seluas 27,54 hektare.
Secara kumulatif, lahan terbakar di Kotawaringin Barat sejak Januari hingga Oktober 2026 mencapai 2.681,45 hektare. Satgas telah menangani lahan terbakar seluas 927,55 hektare.
Satgas juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan karhutla. Dalam operasi tersebut, petugas menaburkan garam atau bahan semai ke bibit awan dengan harapan dapat memicu hujan.
Samuel berharap seluruh upaya tersebut dapat mendorong hujan turun di wilayah Kotawaringin Barat sehingga Satgas dapat segera mengendalikan karhutla.
“Semoga upaya bersama yang dilakukan ini membuahkan hasil. Hujan cepat turun dan karhutla bisa tuntas,” kata Samuel.
Editor: Frans Dodie*
