Ketua GDAN, Bersama Gubernur dan Kapolda Kalteng Mendampingi Komjen Suyudi Ario Seto, Selaku Kepala BNN RI, Dalam Acara Deklarasi Perang Melawan Narkoba
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kamis, 20 Agustus 2026 yang lalu, menjadi tonggak sejarah yang menggetarkan Bumi Tambun Bungai. Kurang lebih tiga ribu pasang mata berkumpul di Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya dengan satu tekad yang bulat dan membakar dada: mendeklarasikan perang total melawan narkoba.

Di tengah gemuruh semangat itu, kami dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) diberkati Tuhan untuk menginisiasi sebuah gerakan perlawanan nyata, sebuah komitmen suci yang juga dihadiri langsung oleh Komjen Pol. Suyudi Ario Seto yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Republik Indonesia.
Saat saya berdiri menyampaikan sambutan dan meneriakkan seruan perang terhadap para perusak generasi bangsa, tepuk tangan riuh ribuan peserta pecah, tidak terkecuali dari Kepala BNN RI yang secara luar biasa ikut memberikan kobaran semangat kepada saya. Momentum itu bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ikrar bersama bahwa tanah Kalimantan Tengah tidak sudi diinjak-injak oleh sindikat barang haram narkoba.
Namun, esensi terdalam dari acara tersebut mewujud ketika perwakilan pelajar, mahasiswa, dan tokoh adat melangkah maju. Di tangan mereka, tergenggam tongkat Komando yang terbuat dari kayu ulin—kayu khas Kalimantan yang terkenal kokoh, abadi, dan tak goyah oleh zaman. Tongkat itu diserahkan secara khusus kepada para penegak hukum, mulai dari Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, hingga Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, bahkan untuk Ketua GDAN, Ririen Binti.
Bagi GDAN, penyerahan tongkat ulin ini bukanlah formalitas belaka. Ini adalah penyerahan mandat, simbol titipan kepercayaan tertinggi dari rakyat. Lewat tongkat tersebut, kami menegaskan: “kami menyerahkan marwah dan harapan kami agar para penerima berani bertindak tegas dan berjalan di jalur yang benar demi memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya”.
Puji Tuhan, kuasa Tuhan bekerja dengan luar biasa. Tidak sampai dua bulan setelah menerima amanah suci dan tongkat komando dari masyarakat Dayak, sebuah kabar membanggakan terdengar. Komjen Pol. Suyudi dipercaya memegang tongkat komando tertinggi sebagai Kapolri.
Sebagai bagian dari masyarakat adat yang menitipkan harapan, tentu kami menaruh ekspektasi yang sangat besar. Kami berharap dan memohon, agar Jenderal Suyudi tidak pernah melupakan amanah dari kami masyarakat Dayak. Jabatan baru ini harus menjadi momentum agar beliau terus berkarya, semakin bersemangat, dan tanpa kompromi memimpin kepolisian seluruh Indonesia dalam memerangi narkoba dan kejahatan lainnya. Amanah perang narkoba dari Bumi Tambun Bungai kini dibawa ke tingkat nasional.
Di sisi lain, rasa syukur dan apresiasi yang mendalam juga kami sampaikan kepada Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, salah satu penerima tongkat komando kayu ulin, beliau terbukti nyata sangat mendukung GDAN. Sinergi yang kokoh ini semakin menyemangati GDAN untuk terus dan lebih berani memerangi narkoba di tanah Dayak.
Kami mendoakan yang terbaik untuk kepemimpinan beliau di Kalteng. Dan pada saat yang tepat, berdasarkan waktu Tuhan yang indah, kami berdoa agar Irjen Pol. Iwan Kurniawan, kembali dipercaya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dari negara demi dedikasi dan penegakan hukum yang tak kenal lelah.
Tongkat ulin telah diserahkan, janji setia terhadap bangsa telah diikrarkan. Kini, di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, dan didukung penuh oleh jajaran Polda Kalteng, masyarakat Dayak akan terus mengawal perjuangan ini. Perang melawan narkoba adalah harga mati, demi masa depan anak cucu dan kejayaan NKRI!
Penulis/Editor : Frans Dodie/list