Wakil Bupati Kapuas, Dodo, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, Suwarno Muriyat, dan Kepala SMPN 2 Pulau Petak, Rahma Fitri Awal, mencanangkan program Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak, Kamis (1/10/2026). Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas mulai mengenalkan budaya Dayak melalui program Kamis Hanjak Berbudaya di sejumlah sekolah. Program ini mengajak peserta didik mengenal dan melestarikan budaya lokal, sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, mengapresiasi Dinas Pendidikan Kapuas yang menginisiasi program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak, Kamis (1/10/2026).
“Hari ini kita berada di SMPN 2 Pulau Petak dalam rangka pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya. Ada berbagai potensi budaya Suku Dayak yang kita lestarikan,” kata Dodo.
Menurut Dodo, program tersebut dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal berbagai potensi budaya Dayak. Ia berharap, kegiatan itu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah, sekaligus mendorong peserta didik ikut melestarikannya.
Pencanangan Kamis Hanjak Berbudaya juga menindaklanjuti kebijakan Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, melalui Surat Edaran Nomor 400.6.1/123/DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung atau sumping dan bahasa Dayak sebagai bahasa pengantar di satuan pendidikan pada hari tertentu.
Dodo mengatakan, Pemkab Kapuas ingin menjaga budaya lokal sekaligus mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda melalui lingkungan sekolah.
“Melalui pelaksanaan Kamis Hanjak Berbudaya, Pemkab Kapuas berharap, nilai-nilai budaya Dayak dapat terus kita wariskan kepada generasi penerus. Sehingga tetap hidup, dikenal, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di kalangan pelajar,” ujarnya.
Usai mencanangkan program tersebut, Dodo menyerahkan dua sumpit, satu papan target, dan 12 damek atau anak sumpit kepada SMPN 2 Pulau Petak. Dodo menyerahkan bantuan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua KORMI Kabupaten Kapuas.
Editor: Frans Dodie*