Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyerahkan bantuan pangan secara langsung kepada warga terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9/2026). Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kabut asap akibat karhutla belum sepenuhnya sirna, tetapi Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memilih turun langsung ke lapangan.
Ia mendatangi Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9/2026), untuk mengawal penyaluran paket pangan dan dana Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) agar benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah yang ingin hadir secara nyata di tengah krisis lingkungan dan impitan ekonomi warga.
Agustiar menyusuri pemukiman warga sembari memantau proses distribusi logistik. Ia ingin memastikan tidak ada data ganda atau warga terdampak yang terlewat dari daftar penerima.
“Kami hadir di Kalampangan untuk menyapa langsung masyarakat, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” kata Agustiar di sela peninjauan.
Bencana karhutla dan kemarau panjang kali ini memang memukul keras sendi ekonomi Kalampangan. Lurah Kalampangan, Yunita Martina, mengungkapkan, mayoritas warganya mengandalkan hidup dari sektor pertanian hortikultura. Ketika kemarau melanda dan kabut asap mengepung, para petani harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk menyiram dan menyelamatkan tanaman yang layu.
“Dampaknya sangat terasa sekali. Secara ekonomi mereka mengeluarkan biaya lebih karena saat ini kemarau. Harus ada perhatian ekstra dalam menjaga tanaman mereka,” tutur Yunita.
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Kalteng mendistribusikan bantuan pangan berupa beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram kepada lebih dari 300 warga berdasarkan usulan pengurus RT dan RW. Selain itu, sebanyak 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalampangan menerima bantuan langsung tunai KHBS senilai Rp250 ribu per keluarga.
Guna menghindari penyaluran ganda, pihak kelurahan menerapkan strategi pemilahan ketat. Pihak kelurahan mencoret warga yang sudah menerima bantuan sosial dari program lain dari daftar penerima paket pangan ini. Langkah taktis ini memberi ruang bagi warga lain yang belum tersentuh bantuan sama sekali.
Tak sekadar menyokong dapur warga, pemerintah daerah membagikan air bersih, air minum, vitamin, serta masker. Bantuan kesehatan ini menjadi benteng awal bagi warga Kalampangan dalam menghadapi paparan asap karhutla yang merusak kualitas udara.
Usai merampungkan agenda di Kalampangan, Agustiar memboyong rombongannya untuk meninjau penyaluran bantuan serupa di Kelurahan Palangka. Pemprov Kalteng berjanji terus menggelontorkan dukungan sosial sembari mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.
Editor: Frans Dodie*