Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Seruyan, dr Bahrun Abbas.
KUALA PEMBUANG, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan pembelajaran secara daring bagi pelajar apabila kondisi kualitas udara dinilai sudah tidak sehat untuk aktivitas di luar ruangan.
Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 211 titik panas di Kabupaten Seruyan dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 621,6 hektare. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena asap Karhutla berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Seruyan, dr Bahrun Abbas, mengatakan penerapan belajar daring akan melihat perkembangan kondisi udara serta hasil pemantauan Dinas Kesehatan.
“Yang pasti nanti kita koordinasikan dengan camat, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, karena kaitannya dengan asap ini dampaknya terhadap kesehatan,” kata Bahrun, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, apabila kualitas udara di wilayah terdampak menunjukkan kondisi yang tidak sehat, pemerintah akan mempertimbangkan pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.
“Kalau nanti Dinas Kesehatan memandang bahwa udara memang benar-benar tidak sehat untuk kegiatan atau aktivitas di luar rumah, mungkin akan kita komunikasikan apakah perlu kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring,” ujarnya.
Bahrun menegaskan, kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang akan diambil. Terlebih, anak-anak dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk.
Pemkab Seruyan juga akan terus memantau perkembangan kondisi Karhutla dan kualitas udara di masing-masing wilayah. Jika diperlukan, pemerintah akan menerbitkan surat atau instruksi untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
“Yang kita pantau adalah keselamatan dan kesehatan, itu yang menjadi prioritas. Bagaimana supaya aktivitas anak-anak, khususnya di luar rumah, kalau memang harus dibatasi, nanti kita akan buat surat ataupun instruksi untuk dibatasi,” tegas Bahrun.
Ia menambahkan, keputusan terkait pembelajaran daring akan disesuaikan dengan hasil telaah Dinas Kesehatan dan kondisi terkini di lapangan.
“Kita lihat telaah dari teman-teman Dinas Kesehatan,” pungkasnya.
Penulis : Jesiko
Editor : Frans Dodie