Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto saat diwawancarai usai menghadiri Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
PALANGKA RAYA,TOVMEDIA.CO.ID — Komitmen memperkuat perang melawan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Tengah kembali ditegaskan melalui Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba yang digelar di kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi bersama Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) tersebut turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Dalam kesempatan itu, Suyudi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang memberikan hibah lima kantor BNN Kabupaten/Kota (BNNK). Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fasilitas sekaligus kapasitas pemberantasan narkotika di daerah.
Namun, ia menegaskan keberadaan fasilitas harus diikuti dengan penguatan koordinasi dan kerja bersama antara BNN, pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh aparat penegak hukum.
“Mudah-mudahan ini bukan sekadar fisik, tapi bagaimana kita secara sinergis bersama-sama untuk bisa menguatkan lagi, bergandengan tangan menangani dan menindak tegas narkotika serta bandar-bandar narkotika yang ada di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Suyudi.
Gugurnya Tiga Polisi Jadi Pengingat
Dalam deklarasi tersebut, Suyudi juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polda Kalimantan Tengah yang tewas saat menjalankan tugas menghadapi ancaman jaringan narkotika.
“Saya sebagai Kepala BNN RI mengucapkan rasa belasungkawa yang setinggi-tingginya atas telah gugurnya tiga anggota Polda Kalimantan Tengah yang berjuang menjaga wilayahnya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan menjadi pahlawan kusuma bangsa,” katanya.
Menurut Suyudi, gugurnya ketiga anggota kepolisian tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkotika bukan perkara sederhana. Kejahatan narkotika harus dihadapi melalui langkah tegas, terukur, dan dilakukan secara bersama-sama.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika, selain penguatan penindakan oleh aparat penegak hukum.
Perkuat Pencegahan dan Literasi
Di sisi lain, BNN RI juga menempatkan upaya pencegahan sebagai bagian penting dalam perang melawan narkoba. Edukasi mengenai bahaya narkotika dinilai perlu diperkuat sejak dini, khususnya kepada generasi muda.
Usai menghadiri deklarasi, Suyudi dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada pelajar dan mahasiswa di Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus membangun daya tangkal generasi muda terhadap ancaman narkotika.
“BNN RI bukan hanya sekadar memberantas, tetapi juga memberikan literasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap narkotika di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Deklarasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Bumi Tambun Bungai.
Penulis : Wiyandri
Editor : Frans Dodie