Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, bersama dengan Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias, melihat langsung produk yang dihasilkan oleh UMKM di Seruyan. Foto Ist
KUALA PEMBUANG, TOVMEDIA.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng bersama Pemkab Seruyan dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya, menggelar Pelatihan UMKM Digital. Acara berlangsung di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM melalui pemanfaatan marketplace, strategi pemasaran digital, dan penguasaan teknologi yang semakin dibutuhkan di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias, mengatakan, digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan. Ia merupakan kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam bertransaksi.
Menurutnya, penguatan literasi dan kapasitas digital akan membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, serta menciptakan peluang usaha yang lebih besar.
Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda yang juga menjabat Ketua ISEI Cabang Palangka Raya, menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi digital UMKM.
Ia berharap, penguatan kapasitas digital mampu mendorong UMKM menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya, pelatihan menghadirkan narasumber dari Shopee Jakarta dan Bakul Banua. Perwakilan Shopee membekali peserta dengan strategi memanfaatkan marketplace, pemasaran digital, serta optimalisasi berbagai fitur digital untuk meningkatkan penjualan produk.
Di sisi lain, Bakul Banua membagikan pengalaman mengenai pengembangan usaha berbasis digital, penguatan branding produk, serta strategi membangun usaha yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Para pelaku UMKM aktif mengikuti diskusi dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali berbagai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha mereka.
Selain memperoleh materi, peserta juga membangun jejaring dengan narasumber dan para pemangku kepentingan yang diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
BI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui berbagai program, termasuk digitalisasi usaha sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, ISEI, dan mitra strategis,
BI berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Tengah yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pasar, meningkatkan omzet, serta memperkuat daya saing usaha.
Editor: Frans Dodie*