Mahasiswa FMIPA Universitas Palangka Raya berkolaborasi dengan warga dalam kegiatan pendampingan Program Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam pengembangan Kampung KEREN–Pahandut Smart Ecovillage di RW 007 Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Program tersebut menerapkan pendekatan pentahelix untuk memastikan pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UPR sekaligus Koordinator Dosen Pahandut Smart Ecovillage, Made Dirgantara, SSi, MSi, mengatakan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.
“Mahasiswa belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung, bekerja lintas disiplin, dan bersama warga merancang solusi yang dapat terus berjalan. Inilah esensi pendidikan tinggi yang berdampak,” katanya.
Pada tahun pertama pelaksanaan, FMIPA UPR menerjunkan lima program penelitian terapan dosen, lima program pengabdian kepada masyarakat, serta melibatkan organisasi kemahasiswaan seperti BEM, DPM, dan himpunan mahasiswa.
Selanjutnya, rangkaian penelitian, pengabdian, edukasi, dan pendampingan masyarakat berlangsung pada 2 Juli hingga 5 Agustus 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Festival Kampung KEREN pada 6 Agustus 2026.
Festival tersebut menjadi bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mewujudkan kawasan permukiman yang bersih, tertata, aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
FMIPA UPR menegaskan festival bukan menjadi akhir dari program. Pendampingan masyarakat akan terus dilakukan agar Pahandut Smart Ecovillage berkembang menjadi model kawasan cerdas berbasis lahan basah perkotaan yang dapat diterapkan di berbagai daerah.
Editor: Frans Dodie*