Para ASN Pemkab Kotim bergotong royong membersihkan saluran air di Jalan Christopel Mihing, Sampit, untuk melancarkan aliran air yang tersumbat. Foto Ist
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) mempercepat penanganan banjir di Kota Sampit. Pemkab meminjam pompa air dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II. Pemkab juga mengintensifkan pembongkaran sumbatan drainase yang sebagian ditutup warga, Rabu (20/5/2026).
Wakil Bupati Kotim, Irawati, memimpin koordinasi penanganan banjir dan meminta perangkat daerah bergerak cepat di lapangan. Ia menegaskan, hambatan utama saat ini berasal dari drainase yang tidak berfungsi optimal akibat penyumbatan dan penutupan oleh warga.
“Drainase tersumbat membuat aliran air tidak berjalan dan justru meluap kembali ke permukiman serta pusat kota,” kata Irawati.
Irawati menggerakkan tokoh masyarakat, RT, hingga Dewan Adat Dayak (DAD) untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang menutup saluran air. Ia meminta semua pihak mendahulukan kepentingan umum agar penanganan banjir berjalan efektif.
“Kami melibatkan DAD dan RT untuk membantu membuka komunikasi dengan warga karena ini menyangkut kepentingan banyak orang,” ujarnya.
Pemkab Kotim kemudian mengoperasikan pompa air bantuan dari BWS Kalimantan II dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik di sejumlah titik genangan. Pemerintah menempatkan pompa tersebut di kawasan dataran rendah untuk mempercepat pembuangan air ke saluran utama.
“Pompa ini kami operasikan untuk mempercepat surutnya genangan di wilayah perkotaan,” jelasnya.
Selain langkah teknis, Pemkab Kotim terus mengevaluasi kondisi lapangan dan menyiapkan opsi penetapan status tanggap darurat banjir. Pemerintah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi hujan susulan.
Irawati menyebut beberapa wilayah seperti Tanjung Jariangau dan Bawan masih mengalami genangan hingga sekitar 75 sentimeter. Petugas juga masih menangani fasilitas umum yang ikut terendam.
Sementara itu, Pemkab Kotim mencatat genangan di sejumlah titik Kota Sampit mulai menurun setelah pompa dioperasikan dan saluran drainase dibersihkan. Meski begitu, sejumlah rumah di dataran rendah masih tergenang air setinggi mata kaki hingga tumit orang dewasa.
Editor: Frans Dodie*