RAPAT KOORDINASI – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi lintas instansi sebagai langkah persiapan penetapan status siaga karhutla menghadapi musim kemarau 2026. Foto : istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai menyiapkan penetapan status siaga Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau 2026.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kota memperkuat langkah antisipasi sejak dini guna menekan potensi terjadinya karhutla.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan kesiapan penanganan karhutla secara umum sudah cukup matang.
Menurutnya, rapat koordinasi lintas instansi telah dilakukan sebagai dasar dalam menunggu keputusan Wali Kota terkait penetapan status siaga.
“Rapat ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan kesiapan seluruh pihak sebelum status siaga karhutla ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BPBD bersama instansi terkait telah mengintensifkan patroli terpadu di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Patroli tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, pemadam kebakaran, serta dukungan dari TNI dan Polri.
Selain itu, pemerintah kota juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya karhutla.
Upaya pencegahan juga diperkuat melalui pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) sebagai ujung tombak deteksi dini dan penanganan awal di lapangan.
“Kelurahan Tangguh Bencana menjadi perpanjangan tangan BPBD dalam memberikan informasi serta memperkuat koordinasi penanganan di tingkat masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan memasuki musim kemarau mulai pekan ketiga Mei hingga Agustus 2026.
Kondisi cuaca yang lebih kering tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko karhutla, baik di lahan terbuka maupun kawasan hutan.
Editor : Frans Dodie